* Bentuk dan ukuran daun telinga saya tidak persis sama. Sisi luar telinga kiri berbentuk lebih lebar, agak runcing, dan kelihatan sedikit aneh dibandingkan telinga kebanyakan orang. Dalam bahasa Manggarai disebut 'tilu gengger' atau telinga yang berbentuk lebar. Sewaktu kecil, kondisi ini membuat saya jadi bahan bulian teman sebaya. Efeknya, saya kehilangan kepercayaan diri dan minder, lalu menarik diri dari lingkungan pertemanan. Biasanya sehabis mandi, saya akan menghabiskan banyak waktu di depan cermin; meratapi dan memandangi daun telinga yang menyebalkan ini. Saya memegang, menekan-nekan, dan menggulungnya; sembari berharap bentuknya menjadi seimbang dan sisi yang agak runcing menjadi rata. Suatu hari karena kegelisahan yang kian menguat, saya bertanya pada mama saya. Dengan enteng ia mengatakan bahwa saya adalah anak spesial yang terlahir dengan 'tilu pintar' atau telinga pintar. Sebagai bocah yang polos, saya langsung merasa heran sekaligus senang. Ucapa...
Rasanya agak aneh dan sepertinya baru kemarin ia dilahirkan. Tak terasa, hari ini putera kami Cino genap berusia dua tahun. Kami berdoa, semoga Tuhan selalu memberkatinya, menganugerahkan kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan umur yang panjang. Semoga ia bertumbuh menjadi anak yang taat pada Kristus, bahagia, dan merdeka. Kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Cino berarti cahaya, terang, jernih, cerah. Awang berarti langit, awan, angkasa. Frasa cino awang berarti langit yang cerah. Semoga ia bisa memaknai penamaan dirinya dan memberikan makna bagi orang lain di sekitarnya sesuai doa yang kami selipkan pada namanya. Pada usia dua tahun ini, Cino sudah menunjukkan banyak perkembangan yang hebat. Ada banyak hal luar biasa yang telah ia pelajari. Ada juga beberapa hal yang mungkin terlihat lebih lambat dari anak seusianya. Sering kami merasa cemas, namun bukankah setiap orang punya garis perkembangan masing-masing!? Dalam tahap berkembang, akan ada hal-hal yang ia pelaja...