Langsung ke konten utama

Postingan

Dureng

* Lebih dari seminggu terakhir, hujan deras disertai angin kencang tiada henti siang malam melanda wilayah kami. BMKG telah memprediksikan, cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan Februari. Hujan terus menerus selama beberapa hari tanpa jeda disebut dureng. Dureng merupakan kosa kata bahasa Manggarai yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI, dureng yang berkategori sebagai kata benda diartikan sebagai "musim di Flores dengan turun hujan setiap hari siang dan malam". Mungkin orang-orang di luar sana merasa heran dan kurang percaya dengan cuaca hujan tiada henti siang dan malam selama lebih dari seminggu. Namun, begitulah kehidupan kami di Manggarai (saya kurang tahu di wilayah lain di Flores). Memasuki bulan Januari dan Februari berarti kami memasuki musim dureng. Dureng merengut banyak hal. Ia membuat banyak aktivitas terganggu. Beberapa pekerja kesulitan beraktivitas; petani, ojek, tukang bangunan, kurir, dan beberapa pekerja lapangan lain aka...
Postingan terbaru

Garis Waktu

Waktu terus bergulir. Tak terasa putra kami Cino kini berusia 19 bulan. Kami bersyukur karena pada usia sekarang, ada begitu banyak perkembangan dan hal-hal baik yang sudah bisa ia lakukan. Semoga seiring waktu ia terus bertumbuh dan berkembang lebih baik. Berbicara mengenai tumbuh kembang anak, menjadi orang tua membuat saya memiliki suatu ketakutan baru. Saya selalu takut ketika anak kami tidak kunjung mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Pada malam menjelang tidur saya selalu merenungkan banyak hal. Terkait tumbuh kembang anak, akan ada banyak pertanyaan yang berputar di kepala: apakah anak kami sudah berkembang sesuai dengan perkembangan anak-anak seusianya? Apakah ia sudah bisa melakukan hal-hal yang seyogyanya harus bisa dilakukan sesuai tingkatan usianya? Kenapa anak kami tidak kunjung bisa berjalan padahal anak seusianya sudah bisa berjalan?, dan lain sebagainya. Selalu ada kecemasan luar biasa di dalam diri, manakala pada usia tertentu masih ada hal yang belum bi...

FOBIA

Saya punya fobia dengan ketinggian dan darah. Dalam KBBI, fobia didefinisikan sebagai ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Saya selalu membenci momen naik pesawat. Pesawat seperti neraka bagi saya. Saat naik pesawat, saya selalu berkeringat dan jantung berdebar sangat cepat. Demikian juga halnya kalau harus mengerjakan sesuatu pada ketinggian atau berada pada gedung yang tinggi. Jika tangan saya terluka, seringkali saya akan berkeringat, pandangan menjadi gelap, dan badan akan menjadi lemas. Saat di seminari, tiap semester kami selalu diwajibkan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengecek kesehatan. Pada momen ini, saya sering pingsan karena melihat darah. Puncak fobia saya terhadap darah ialah ketika momen kelahiran anak kami Cino. Jauh-jauh hari sejak tespek menyatakan positif hamil (3 September 2023), pikiran saya kacau. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti saat momen kelahiran. Waktu t...

Joseph Cino Awang Lagur

Nama, selain sebagai sebuah tanda ( nomen est omen ) juga merupakan sebuah doa. Pada nama, setiap orang tua menitipkan doa bagaimana anak itu tumbuh kelak. Tulisan ini saya buat untuk Cino, malaikat kecil yang Tuhan titipkan dan percayakan pada kami. Semoga kelak bisa menjawabi pertanyaan seputar filosofi penamaannya. Pada tanggal 7 Mei 2024 pukul 06.36, anak kami lahir dan kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Kami memanggilnya dengan sapaan Cino. Nama ini telah dipilih jauh-jauh hari, tepatnya setelah kami mengetahui jenis kelaminnya melalui USG. Cino lahir pada bulan Mei. Umat katolik merayakan Mei dan Oktober sebagai bulan devosi kepada Bunda Maria. Maria, Ibu Yesus, merupakan istri dari seorang tukang kayu bernama Yusuf atau Yosef. Seperti halnya Bunda Maria, Santu Yusuf/Yosef merupakan tokoh penting dalam karya keselamatan umat manusia. Di dunia, nama Yusuf punya banyak varian. Berikut beberapa contohnya. Arab: Yusuf, Inggris: Joseph, Belanda: Jozef, Prancis: Joseph, It...

Seleksi CPNS

CPNS bukanlah segala-galanya. Penghasilan sebagai PNS pada banyak konteks tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kerjaan-kerjaan lembaga swasta maupun berwiraswasta. Sebagian orang memilih mengikuti seleksi CPNS berdasarkan pertimbangannya masing-masing. Entah itu persoalan jenjang karir, masa tua, mencoba hal baru, dan lain sebagainya. Senang rasanya melihat beberapa orang memosting perolehan seleksi CPNSnya pada media sosial facebook maupun WA. Saya jadi teringat pada perjuangan kami beberapa tahun silam; bertarung dengan banyak orang demi pekerjaan biar bisa makan. Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan ungkapan bahwa lulus dalam seleksi CPNS atau seleksi apa saja adalah sebuah keberuntungan. Mungkin karena momen fight yang dilalui lumayan keras, kesal juga rasanya dengar orang berkomentar dengan enteng bahwa kelulusan CPNS adalah karena keberuntungan. Barangkali keberuntungan memainkan perannya. Kalau memang demikian, saya kira cuma nol koma sekian persen. Itu pun...

Ni'ang

Kebahagiaan itu relatif. Setiap orang tentu mendefinisikan kebahagiaannya dengan caranya masing-masing. Saya tidak pernah membayangkan, ternyata menjadi orang tua membuat kami mendekonstruksi salah satu definisi bahagia kami. Seonggok tai ternyata bisa menggoncang arti kata bahagia dan menjadi sumber kebahagiaan yang tiada tara. Ceritanya, sudah 60-an jam putera kami Cino tidak BAB. Kami menduga, mungkin karena perubahan pola makan, berhubung sudah beberapa hari ia MPASI. Sebelumnya ia pernah mengalami hal yang sama, namun kali ini perasaan kami berbeda karena ia baru saja MPASI. Kami takut, jangan sampai kami memberinya pola makan yang salah. Jangan sampai tekstur dan komposisi makanan yang kami berikan tidak tepat. Pikiran kami kacau balau. Dalam sekejap, kehadiran tai di balik celana Cino menjelma menjadi kerinduan terbesar kami. Rasanya betapa rapuh kehidupan kami tanpa kehadirannya. Setiap jam, kami selalu meng- kuncur isi celana Cino untuk memastikan jangan-jangan ia sudah...

LIXA

21 April 2023 Besok hari pertunangan kami. Pikiran saya campur aduk. Ada banyak hal yang berputar-putar di kepala: perasaan bahagia, senang, was-was, kecemasan, ketakutan, dan lain sebagainya. Saya terus menyalakan api rokok dan mondar-mandir tak tentu arah. Saya selalu merasa, merokok bisa membuat pikiran jadi lebih tenang. Mungkin itu cuma sugesti. Saya membaca pesan di WA. Pikiran saya tambah mumet. Dari kemarin pacar saya, Risna sakit. Di H-1, ia tidak juga membaik. Sedari kemarin, ia merasakan kesakitan pada area perutnya. Hari ini, rasa sakitnya tidak juga mereda. Bahkan ia makin merasa sakit dan perih. Sepanjang hari ia hanya berbaring di tempat tidur, dan tidak ikut membantu aktivitas di dapur. Biasanya ia sangat semangat, apalagi banyak keluarga yang berkumpul di rumahnya. Ia juga tidak bisa makan. Makanan yang ia telan, ia muntahkan kembali beberapa saat berselang. Badannya lemah sekali. Pukul 15.00, kami memutuskan untuk ke dokter. Ia dicek di apotek Medika Farma. Muk...