Langsung ke konten utama

Postingan

Pa Roda

Pagi ini saya mengantar Cino ke Opa dan Omanya di Pitak. Semenjak mamanya bekerja, ia kami titipkan di rumah Opa Oma di Pitak. Biasanya kami mengantarnya pada pukul 07.00 lalu menjemputnya saat pulang sekolah. Seperti biasa, seperti pagi-pagi sebelumya, Oma Din dan Opa Roda (Romanus Dasur) sibuk dengan banyak hal. Mereka selalu bangun pagi sekali lalu mengurus kerjaan-kerjaan yang seperti tidak pernah ada habisnya. Kalau bangun kesiangan berarti mereka sedang sakit. Pagi ini, Oma Din terlihat sedang menyapu pekarangan rumah. Sementara Opa Roda sedang merawat sayur di kebun kecilnya. Melihat kami datang, mereka melepaskan kerjaannya dan menyambut cucu kecilnya dengan sukacita. Sudah sekitar lima tahun lebih Pa Roda pensiun. Ia menghabiskan masa pensiunnya dengan memelihara sayur dan beternak babi. Sayur-sayur itu untuk konsumsi rumah tangga, buah tangan bagi keluarga yang berkunjung, juga untuk dijual kepada tetangga maupun orang-orang di Facebook. Dulu, saat ia masih aktif sebaga...
Postingan terbaru

Nupung

* Hawa dingin menerobos ke sela-sela tenda darurat. Meski sudah mengenakan kain dan beberapa selimut, tetap saja ia berhasil menerobos masuk dan memaksa kami mempererat pelukan pada selimut. Waso selalu dingin seperti biasanya; seperti kemarin, dua hari lalu, minggu lalu, bulan lalu. Kali ini nuansa berbeda menjadikannya lebih beku dari hari-hari terdahulu. Ini malam ke tiga kami tidur dalam tenda, ditemani cahaya senter. Di tengah cuaca yang nyaris beku, tiap keluarga membangun kehangatan di balik tenda kecilnya masing-masing. Merajut kembali makna kebersamaan; yang telah sekian lama membelah dirinya entah karena tuntutan pekerjaan maupun oleh modernitas. Kini banyak orang hidup di tenda darurat yang dibangun secara swadaya. Rumah-rumah runtuh; ada yang terlihat tak runtuh namun sudah tak dapat ditempati lagi karena mengalami keretakan pada tiap sudutnya. Rumah tak lagi menjadi sesuatu yang menenangkan dan menyenangkan. Ia kini menjelma menjadi sumber luka dan ketakutan. Tiap s...

'Tilu' Pintar

* Bentuk dan ukuran daun telinga saya tidak persis sama. Sisi luar telinga kiri berbentuk lebih lebar, agak runcing, dan kelihatan sedikit aneh dibandingkan telinga kebanyakan orang. Dalam bahasa Manggarai disebut 'tilu gengger' atau telinga yang berbentuk lebar. Sewaktu kecil, kondisi ini membuat saya jadi bahan bulian teman sebaya. Efeknya, saya kehilangan kepercayaan diri dan minder, lalu menarik diri dari lingkungan pertemanan. Biasanya sehabis mandi, saya akan menghabiskan banyak waktu di depan cermin; meratapi dan memandangi daun telinga yang menyebalkan ini. Saya memegang, menekan-nekan, dan menggulungnya; sembari berharap bentuknya menjadi seimbang dan sisi yang agak runcing menjadi rata. Suatu hari karena kegelisahan yang kian menguat, saya bertanya pada mama saya. Dengan enteng ia mengatakan bahwa saya adalah anak spesial yang terlahir dengan 'tilu pintar' atau telinga pintar. Sebagai bocah yang polos, saya langsung merasa heran sekaligus senang. Ucapa...

Ultah Cino

Rasanya agak aneh dan sepertinya baru kemarin ia dilahirkan. Tak terasa, hari ini putera kami Cino genap berusia dua tahun. Kami berdoa, semoga Tuhan selalu memberkatinya, menganugerahkan kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan umur yang panjang. Semoga ia bertumbuh menjadi anak yang taat pada Kristus, bahagia, dan merdeka. Kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Cino berarti cahaya, terang, jernih, cerah. Awang berarti langit, awan, angkasa. Frasa cino awang berarti langit yang cerah. Semoga ia bisa memaknai penamaan dirinya dan memberikan makna bagi orang lain di sekitarnya sesuai doa yang kami selipkan pada namanya. Pada usia dua tahun ini, Cino sudah menunjukkan banyak perkembangan yang hebat. Ada banyak hal luar biasa yang telah ia pelajari. Ada juga beberapa hal yang mungkin terlihat lebih lambat dari anak seusianya. Sering kami merasa cemas, namun bukankah setiap orang punya garis perkembangan masing-masing!? Dalam tahap berkembang, akan ada hal-hal yang ia pelaja...

Dureng

* Lebih dari seminggu terakhir, hujan deras disertai angin kencang tiada henti siang malam melanda wilayah kami. BMKG telah memprediksikan, cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan Februari. Hujan terus menerus selama beberapa hari tanpa jeda disebut dureng. Dureng merupakan kosa kata bahasa Manggarai yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI, dureng yang berkategori sebagai kata benda diartikan sebagai "musim di Flores dengan turun hujan setiap hari siang dan malam". Mungkin orang-orang di luar sana merasa heran dan kurang percaya dengan cuaca hujan tiada henti siang dan malam selama lebih dari seminggu. Namun, begitulah kehidupan kami di Manggarai (saya kurang tahu di wilayah lain di Flores). Memasuki bulan Januari dan Februari berarti kami memasuki musim dureng. Dureng merengut banyak hal. Ia membuat banyak aktivitas terganggu. Beberapa pekerja kesulitan beraktivitas; petani, ojek, tukang bangunan, kurir, dan beberapa pekerja lapangan lain aka...

Garis Waktu

Waktu terus bergulir. Tak terasa putra kami Cino kini berusia 19 bulan. Kami bersyukur karena pada usia sekarang, ada begitu banyak perkembangan dan hal-hal baik yang sudah bisa ia lakukan. Semoga seiring waktu ia terus bertumbuh dan berkembang lebih baik. Berbicara mengenai tumbuh kembang anak, menjadi orang tua membuat saya memiliki suatu ketakutan baru. Saya selalu takut ketika anak kami tidak kunjung mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Pada malam menjelang tidur saya selalu merenungkan banyak hal. Terkait tumbuh kembang anak, akan ada banyak pertanyaan yang berputar di kepala: apakah anak kami sudah berkembang sesuai dengan perkembangan anak-anak seusianya? Apakah ia sudah bisa melakukan hal-hal yang seyogyanya harus bisa dilakukan sesuai tingkatan usianya? Kenapa anak kami tidak kunjung bisa berjalan padahal anak seusianya sudah bisa berjalan?, dan lain sebagainya. Selalu ada kecemasan luar biasa di dalam diri, manakala pada usia tertentu masih ada hal yang belum bi...

FOBIA

Saya punya fobia dengan ketinggian dan darah. Dalam KBBI, fobia didefinisikan sebagai ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Saya selalu membenci momen naik pesawat. Pesawat seperti neraka bagi saya. Saat naik pesawat, saya selalu berkeringat dan jantung berdebar sangat cepat. Demikian juga halnya kalau harus mengerjakan sesuatu pada ketinggian atau berada pada gedung yang tinggi. Jika tangan saya terluka, seringkali saya akan berkeringat, pandangan menjadi gelap, dan badan akan menjadi lemas. Saat di seminari, tiap semester kami selalu diwajibkan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengecek kesehatan. Pada momen ini, saya sering pingsan karena melihat darah. Puncak fobia saya terhadap darah ialah ketika momen kelahiran anak kami Cino. Jauh-jauh hari sejak tespek menyatakan positif hamil (3 September 2023), pikiran saya kacau. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti saat momen kelahiran. Waktu t...