Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motang Rua

Motang Rua

Setiap kisah sejarah sebaiknya ditulis dan diwariskan; atau ia akan hidup dalam banyak warna; atau ia sampai pada sebuah kemungkinan terburuk lainnya: ia pelan-pelan memudar lalu menghilang bersama waktu! Manusia, sebagai makhluk yang menyejarah selalu punya banyak cara untuk menjaga ingatannya. Patung merupakan satu dari sekian banyak cara yang dipakai manusia untuk menjaga cerita dan ingatan tentang sesuatu atau tentang seseorang tetap hidup di tengah masyarakat. Patung tokoh-tokoh kenamaan dibangun, selain sebagai bentuk penghormatan, ia menjadi semacam wujud yang mempertautkan suatu peristiwa di masa lalu dan masa sekarang. Melalui patung, ada rekaman cerita, kisah, peristiwa, dan semangat masa lampau yang coba dihadirkan kembali ke masa sekarang. Ia menjadi sebuah ornamen yang mewakili kisah dan perjalanan hidup seorang tokoh; sekaligus membawa api semangat dan visi tokoh yang disimbolkannya. Di jantung kota Ruteng, tepatnya di sisi utara badan lapangan Motang Rua berdiri sebua...

Ender Tin

Pukul 13.00 saya pulang pelayanan bulanan dari TPK (Tempat Pelayanan Kopkardios) Rama dalam kondisi lowbat dan compang camping. Semalam saya hanya tidur satu atau dua jam. Efek kopi yang saya minum kemarin sore membuat saya tetap terjaga hingga pagi. Saya bangun dalam kondisi yang berantakkan dan berangkat kerja dengan keadaan jengejiut. Karena terburu-buru, saya pun tidak sempat sarapan. Saya jadi sadar, mengawali hari dengan senyuman saja ternyata tidak cukup, kita harus sarapan biar punya tenaga dan fit. Dalam banyak hal, pola hidup saya sangat buruk. Saya terlampau sering lupa bagaimana cara menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik dan sehat. Lambung saya perih sekali; karena tidak sarapan dan mungkin efek kandungan zat minuman sachet -entah zat apa namanya- yang disuguhkan salah satu anggota di Rama. Dalam keadaan lelah dan lapar, Ruteng rasanya jauh sekali. Saya memacu sepeda motor dalam kecepatan tinggi; gigi lima, tarik full gas. Dalam kecepatan ting...