Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label flores pos

JANGAN BUNGKAM MULUT KAMI!! (FUNGSI KONTROL SOSIAL)

(Keterangan: ini versi asli tulisan saya yang dipublikasikan oleh Surat Kabar Harian Flores Pos pada kolom opini edisi Sabtu, 10 Desember 2016. Dalam versi media cetak, tulisan ini telah mengalami sedikit perubahan tetapi substansi tulisannya tetaplah sama)  Media massa ialah wahana komunikasi massa. Media massa mengacu kepada sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Kehadiran media massa memungkinkan terjadinya pertukaran data dan informasi secara lebih terbuka. Berdasarkan UU nomor 20 tahun 1999, secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa fungsi media massa ialah: to inform (menginformasikan), to educate (mendidik), to entertaint (menghibur) & social control (fungsi kontrol sosial). Sebagai wadah penyampaian informasi, kehadiran media massa memungkinkan kita untuk memperoleh berbagai wawasan, informasi ataupun hal-hal lain terkait topik-topik hangat yang sedang terjadi di sekitar kita. Sebagai medi...

POTRET PASAR INPRES RUTENG

Jika ditanya soal tempat paling kotor dan menjijikkan di kota Ruteng, saya dan sebagian dari pembaca sepertinya (harus) sepakat bahwa pasar Inpres Ruteng salah satunya. Pasar adalah sebuah ruang publik sekaligus sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi. Pasar memegang peranan penting sebagai tempat warga membeli kebutuhan pokoknya. Di sisi lain, pasar adalah sebuah surga kecil bagi sebagian orang, karena di tempat ini tak sedikit orang mengais rejeki dan beradu nasib baik sebagai penjual sayur, pedagang ikan, pedagang buah dan beraneka profesi lainnya. Posisi Pasar Ruteng yang strategis tepat di jantung kota, keramahan para pedagangnya, ketersediaan beraneka bahan kebutuhan pokok warga dan tentunya harga barang yang bersahabat menjadikan pasar ini sebagai tempat yang paling sering dikunjungi warga kota Ruteng. Sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi, arus hilir mudik warga entah sebagai pembeli maupun penjual adalah sebuah arus yang tak terhindarkan. Tiap hari hampir pasti ribu...

Dureng Januari

(26/01/16  21:45) Kulayangkan pandanganku di antara terali jendela, menatap rerintiknya yang tak jua lelah menghujami bumi. . Pikiranku menerawang jauh melewati awan, tempat hujan itu bersemi. . Aku  menyelipkan namamu di antara sela2 rintiknya. . Seiring detak waktu, seirama hentakan bulir-bulirnya pada atap rumahku, Aku mengalunkan ode tentangmu; Tentangmu yg pada awalnya adalah mimpi lalu menjelma menjadi sebuah realita dan hari esok. . Kau adalah anugerah terindah; yang membuatku merasa dan menjadi ada: membuatku mengerti akan arti dan indahnya kebersamaan. . Kiranya kau hadir tak cuma sekejap seumpama pelangi. . Jadilah mentari yang abadi‼