* Bentuk dan ukuran daun telinga saya tidak persis sama. Sisi luar telinga kiri berbentuk lebih lebar, agak runcing, dan kelihatan sedikit aneh dibandingkan telinga kebanyakan orang. Dalam bahasa Manggarai disebut 'tilu gengger' atau telinga yang berbentuk lebar. Sewaktu kecil, kondisi ini membuat saya jadi bahan bulian teman sebaya. Efeknya, saya kehilangan kepercayaan diri dan minder, lalu menarik diri dari lingkungan pertemanan. Biasanya sehabis mandi, saya akan menghabiskan banyak waktu di depan cermin; meratapi dan memandangi daun telinga yang menyebalkan ini. Saya memegang, menekan-nekan, dan menggulungnya; sembari berharap bentuknya menjadi seimbang dan sisi yang agak runcing menjadi rata. Suatu hari karena kegelisahan yang kian menguat, saya bertanya pada mama saya. Dengan enteng ia mengatakan bahwa saya adalah anak spesial yang terlahir dengan 'tilu pintar' atau telinga pintar. Sebagai bocah yang polos, saya langsung merasa heran sekaligus senang. Ucapa...
You'll Never Walk Alone.