Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini/catatan lepas

LIXA

21 April 2023 Besok hari pertunangan kami. Pikiran saya campur aduk. Ada banyak hal yang berputar-putar di kepala: perasaan bahagia, senang, was-was, kecemasan, ketakutan, dan lain sebagainya. Saya terus menyalakan api rokok dan mondar-mandir tak tentu arah. Saya selalu merasa, merokok bisa membuat pikiran jadi lebih tenang. Mungkin itu cuma sugesti. Saya membaca pesan di WA. Pikiran saya tambah mumet. Dari kemarin pacar saya, Risna sakit. Di H-1, ia tidak juga membaik. Sedari kemarin, ia merasakan kesakitan pada area perutnya. Hari ini, rasa sakitnya tidak juga mereda. Bahkan ia makin merasa sakit dan perih. Sepanjang hari ia hanya berbaring di tempat tidur, dan tidak ikut membantu aktivitas di dapur. Biasanya ia sangat semangat, apalagi banyak keluarga yang berkumpul di rumahnya. Ia juga tidak bisa makan. Makanan yang ia telan, ia muntahkan kembali beberapa saat berselang. Badannya lemah sekali. Pukul 15.00, kami memutuskan untuk ke dokter. Ia dicek di apotek Medika Farma. Muk...

Perihal Kerja

* Manusia punya banyak dimensi. Salah satunya ialah manusia sebagai makhluk yang bekerja. Dalam kajian filsafat manusia kita mengenalnya dengan istilah homo faber . Bukan homo homini lupus, yah! Manusia bekerja agar ia menghasilkan uang, biar bisa beli makan, memenuhi kebutuhan hidup, termasuk untuk lagak-lagak. Saya memegang prinsip: semua pekerjaan itu baik selama tidak mencuri dan tidak menyusahkan orang lain. Karena itu, tidak perlu gengsi. Kita tidak bisa makan itu gengsi! Oiaa , untuk siapa pun di luar sana yang sedang membangun usaha, semoga usahanya makin berkembang. Dan siapa pun di luar sana yang sedang mencari pekerjaan, semoga cepat mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Saya percaya dengan salah satu ungkapan yang mengatakan: kalau mau umur panjang dan hidup bahagia, kita harus bahagia dengan apa yang kita kerjakan. Artinya kita harus bahagia dengan pekerjaan atau profesi kita. Dari uraian ini muncul pertanyaan baru: apa itu bahagia? Apa itu bahagia dengan pekerjaan...

Bakso, Skripsi, dan Teka-Teki Menjadi Orang Katolik

Foto lama; tidak nyambung dengan isi tulisan. . . Ruteng, 23 Mei 2018 Malam sudah menunjukkan pukul 23.40 tetapi saya belum juga tidur. Ini semacam persoalan biasa bagi saya, toh biasanya saya tidur pukul satu lewat. Beberapa saat berselang, saya lapar. Saya kemudian ke dapur dan mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan. Di situ ada nasi, tetapi tidak ada sayur. Saya sulit makan nasi kosong. Saya meraba saku saya, puji Tuhan ada uang sepuluh ribu. Lebih baik saya pi beli mi dan telur di mini market samping Sentosa Raya. Oh iya ngomong-ngomong, saya suka ini mini market. Selain karena dibuka 24 jam, pelayannya ramah-ramah dan murah senyum. Saya suka orang yang suka senyum walaupun saya sendiri sulit sekali untuk senyum. Dari segi pelayanan, saya kira ini salah satu yang terbaik di Ruteng. Kebanyakan pelayan di kota Ruteng judes. Saya kalau ke toko kadang malas dengan pelayan atau babanya. Banyak dari mereka yang sudah muka jelek, judes lagi. Cala eme data ranga, di’a koe...

Bahasa Sepakbola dan Sebuah Identitas

Ini cuma sekumpulan manusia tidak jelas dan yang pasti foto ini tidak mewakili isi tulisan. Photo by; Tour D'Reo Jilid II Refleksi ini diolah dari penggalan status facebook lama (4 Juni 2017) . . Musim kompetisi liga-liga Eropa sudah berakhir. Bersamaan dengan berakhirnya musim kompetisi, sebagian dari kita baru saja menunjukkan wujud yg sebenarnya. Akhir musim (seperti sekarang ini) menjadi semacam sebuah fase yang menunjukkan identitas asli seseorang; apakah mereka seorang penggemar ataukah pendukung (klub sepakbola)? Ataukah mereka hanyalah satu dari sekian banyak fans karbit musiman yang kan datang dan pergi seirama pasang surut penampilan tim?? Tak sedikit dari kita yang mengakui mencintai permainan ini sejak awal musim mengelu-elukan tim kesayangannya, tetapi kemudian satu persatu mundur dan masuk dalam golongan orang yg mencela (klub) karena inkonsistensi yang diperlihatkan tim. Apakah caci maki menjadi semacam sebuah jalan pintas tuk menuntaskan syahwat kecintaan t...

BAHASA MANGGARAI, DIMENSI KOSMOLOGIS DAN REDEFINISI DEFINISI BAHASA KBBI

(Sebuah Catatan Lepas Pebelajar Bahasa Indonesia) Felixianus Usdialan Lagur* PROLOG Demi TUHAN, saya juga tidak tahu apa yang saya tulis. Saya cuma berharap kiranya, pemilihan judul yang terbilang cirang dan legit semacam ini akan dapat dipahami setelah teman-teman selesai membaca tulisan ini. Sebetulnya saya sangat ingin membahasakan judulnya dalam bahasa yang sesederhana mungkin, tetapi saya tidak menemukan padanan kata yang cukup cocok untuk mewakili isi tulisan. Jadi mau tidak mau hajar kat tah. . . HAKIKAT BAHASA Bahasa, baik lisan, tulis maupun bahasa isyarat merupakan alat komunikasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa dikategorikan sebagai kata benda dan memiliki 2 definisi yakni: 1. Sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2. percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun (KBBI offline versi 1.5.1). Beberapa definisi bahasa oleh pak...

PANDE LATA

Pitak, 6 Mei 2017 20:03 “Pande lata” merupakan sebuah frase yang (masih) dekat dengan kehidupan masyarakat Manggarai. “Pande lata” secara morfologis dibentuk oleh tiga bentuk dasar yakni pande , le dan ata. Pande berarti buat, le berarti oleh dan ata berarti orang. Jadi pande le ata atau pande lata kurang lebih berarti: buat oleh orang (lain). Dalam proses berkomunikasi frase pande le ata, fonem e pada bentuk le  mengalami peluruhan bunyi sehingga menjadi pande lata. Ini suatu gejala bahasa yang biasa. Apa sudah namanya? Saya lupa-lupa ingat istilahnya dalam imu bahasa ee.  Beberapa waktu terakhir, frase ini muncul kembali di kalangan anak-anak muda. Mereka mengungkapkannya sebagai bagian dari candaan ringan mereka; mereka akan menggunakannya dalam konteks untuk mengejek teman. Jadi kau kalo ada tingkah yang aneh2, orang akan mengejek dan bilang: pande lata ata ho‼ Dalam kacamata sosiolinguistik, ungkapan ataupun istilah seperti ini lumrah adanya. Tidak ada yang...