04:00 Pagi masih terlalu pagi ketika wanita tua itu terbangun. Sebetulnya tidurnya belumlah lunas, toh semalam ia tidur paling akhir. Matanya seperti belum bisa terpejam ketika mengetahui anak-anaknya belum tertidur. Meski lelah memasungi raganya, ia sulit memejamkan matanya takkala anak-anaknya belum terlelap. Sesekali ia kan terbangun, walau hanya sekadar tuk memastikan kain dan selimut masih menghangatkan tubuh sang anak. Ibu, yah kurang lebih seperti itulah kami menyapanya. Di waktu sepagi itu, ketika yang lain masih terlelap dengan mimpi-mimpinya, wanita tua itu telah bergumul dengan hawa pagi yang membunuh. Hanya bermodalkan sweater lusuh yang termakan usia, ia menimba air sumur di belakang rumahnya. Yang ada hanya kesunyian, dingin dan pelita kecil yang sepertinya masih belum sanggup taklukkan gelap. Pelita itu seakan menggambarkan semangat hidupnya yang tak pernah padam, meski cahaya kecilnya cuma berjalan sejauh sejengkal cahaya. Kehidupannya sudah seperti itu semenj...
You'll Never Walk Alone.