Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ngkiong

Nama Orang Manggarai

Beberapa hari terakhir ramai diskusi tentang penamaan orang Manggarai. Diskusi ini dipicu oleh tulisan Salimulloh Tegar Sanubarianto di Mojok.co edisi 17 Februari 2021 tentang nama orang Manggarai yang dianggapnya visioner dan melampaui zaman. Beberapa pihak melihatnya sebagai jokes biasa, sementara beberapa pihak lain memandangnya sebagai bentuk perundungan terhadap kesakralan nilai kultural budaya Manggarai. Percakapan panjang lebar yang dimaksud, salah satunya dapat dilihat pada halaman Facebook Felix Nesi . Pro dan kontra ini mengingatkan saya pada anggapan beberapa orang NTT terkait nama orang Manggarai yang terkesan sembarangan alias suka-suka. Orang Manggarai tidak mengenal sistem marga atau fam, seperti halnya penamaan orang di pulau Timor maupun orang Batak. Salah satu kesan yang kerap saya jumpai ketika berkenalan dengan orang di luar Manggarai (meski kebanyakan dibawa dalam nada bercanda) ialah anggapan tentang nama orang Manggarai yang dianggap sembarangan alias suka-su...

Swallow; Sandal Nyaman Sejuta Umat

Swallow merupakan salah satu merek sandal yang merakyat. Ia dipakai dan dicintai oleh banyak kalangan, terutama sebagian besar golongan masyarakat yang oleh standar sosial dan standar ekonomi dianggap sebagai golongan kelas menengah ke bawah. Ia merupakan sandal legend yang menembus batas-batas sosial, gender, agama, suku, maupun generasi. Kita mungkin berbeda soal pandangan politik, soal selera makanan, soal musik kesukaan, soal klub kesukaan, soal cara memandang masalah, soal kriteria memilih pasangan ; namun kita sepertinya sepakat: Swallow memang terasa nyaman di kaki. Perasaan nyaman di kaki itulah yang membuat Swallow dicintai banyak golongan. Swallow biasanya dipakai dalam banyak aktivitas, semisal: pigi sembahyang rosario, pigi pasar, pigi masjid, pigi kebun, atau pun pigi ke rumahnya teman. Oh ia ngomong-ngomong, untuk kegiatan sembahyang rosario dan sembahyang di masjid sebaiknya pakai Swallow; kalau Anda tetap ngotot pake merek yang terbilang mahal dan dianggap gaul,...

Motang Rua

Setiap kisah sejarah sebaiknya ditulis dan diwariskan; atau ia akan hidup dalam banyak warna; atau ia sampai pada sebuah kemungkinan terburuk lainnya: ia pelan-pelan memudar lalu menghilang bersama waktu! Manusia, sebagai makhluk yang menyejarah selalu punya banyak cara untuk menjaga ingatannya. Patung merupakan satu dari sekian banyak cara yang dipakai manusia untuk menjaga cerita dan ingatan tentang sesuatu atau tentang seseorang tetap hidup di tengah masyarakat. Patung tokoh-tokoh kenamaan dibangun, selain sebagai bentuk penghormatan, ia menjadi semacam wujud yang mempertautkan suatu peristiwa di masa lalu dan masa sekarang. Melalui patung, ada rekaman cerita, kisah, peristiwa, dan semangat masa lampau yang coba dihadirkan kembali ke masa sekarang. Ia menjadi sebuah ornamen yang mewakili kisah dan perjalanan hidup seorang tokoh; sekaligus membawa api semangat dan visi tokoh yang disimbolkannya. Di jantung kota Ruteng, tepatnya di sisi utara badan lapangan Motang Rua berdiri sebua...

Toe Manga Isung; Sebuah Basa-Basi Sosiolinguistik

Pengklasifikasian hadir dalam banyak ruang lingkup hidup masyarakat. Ia diciptakan untuk mempermudah proses identifikasi sekaligus sebagai sebuah penanda. Ada banyak instrumen yang dipakai untuk menciptakan sistem klasifikasi seperti bentuk benda, sifat, karateristik, warna, jumlah, volume, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali pada tubuh manusia. Berdasarkan bentuk hidungnya, manusia dibagi menjadi dua jenis: manusia berhidung mancung dan manusia berhidung pesek. Batasan mengenai mancung atau peseknya hidung seorang manusia masih bersifat abu-abu dan subjektif karena mancung didefinisikan dalam besaran yang tidak baku. Kadang apa yang dianggap mancung oleh suatu kelompok masyarakat, bisa jadi tidak termasuk dalam kategori hidung mancung oleh kelompok masyarakat lainnya. Begitu pun sebaliknya. Barangkali terdengar remeh, namun saya kira dalam masyarakat Manggarai, pembahasan mengenai bentuk dan penamaan hidung menjadi suatu isu serius yang perlu diangkat. Alasannya jelas, persepsi t...

Di Indonesia Banyak Orang Baik

Dalam kitab Kejadian ditegaskan: TUHAN menciptakan segala sesuatu baik adanya. Pada wajah kita orang-orang Indonesia, saya menemukan naas KS itu terpenuhi. Ada banyak dimensi dan warna ke-baik-an dalam rupa-rupa kita orang Indonesia. Di tempat-tempat umum banyak orang baik. Kita bisa menemukannya dengan mudah. Di rumah sakit, di kantor polisi, di pengadilan, di jalan, puskesmas, kantoran, pasar; di mana-mana ada banyak orang baik. Di suatu siang, di loket rumah sakit misalnya. Ada pria bertato yang memberikan kursinya kepada seorang ibu hamil. Hmm, baik sekali orang ini. Tampangnya yang terlihat sangar dan badannya yang bertato ternyata tidak serta merta menjadikannya seperti apa yang diprasangka oleh kebanyakan masyarakat. Saya bersyukur bisa menjadi saksimata pemandangan langka ini. Masih di tempat yang sama. Ada seorang pegawai rumah sakit yang rela melepaskan tugas pokok dan fungsinya sebagai pegawai lalu sibuk membereskan urusan administrasi dengan memotong jalur antrean demi m...

Sopi

Sopi merupakan minuman tradisional masyarakat Manggarai. Ia sudah ada sejak lama dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Sopi sudah ada sejak zaman Firaun dan zamannya Yesus. Bahkan dalam Yohanes 2:1-11 dikisahkan bahwa mukjizat pertama Yesus tidak main-main: ubah air menjadi anggur (sopi). Luar biasa; ini kabar sukacita bagi segenap penikmat sopi. Dalam injil dikisahkan bahwa pada saat pesta di Kana stok anggurnya tuan pesta habis. Tanta Maria minta diap anak Yesus untuk “buat sesuatu” supaya ada anggur. Masih menjadi misteri teologis: apakah Yesus ubah itu air jadi anggur karena DIA seorang peminum atau karena DIA tidak enakan dengan DIA punya mama? Kita tidak tahu. Melalui tulisan ini, penulis tidak bermaksud memberikan penjelasan secara biblis karena bukan seorang teolog. Secara ekonomi dan kultural, sopi mempunyai peranan yang sangat penting. Secara ekonomi, orang bisa menghidupi keluarganya dengan berjualan sopi. Banyak anak juga bisa menyelesaikan pendidikan ...

Flu Babi dan Kacaunya Perasaan Kami

Selain sebagai sebuah kota dengan seribu gereja dan seribu tenda labu, ia juga merupakan sebuah kota dengan beribu kandang babi. Sebagian besar orang di Ruteng memelihara babi. Tiap keluarga biasanya memelihara dua sampai lima ekor babi; bahkan ada yang sampai belasan ekor atau lebih. Wilayah-wilayah lain di NTT pun demikian. Menurut Om Yuval Noah Harari dalam buku Sapiens halaman 112, di dunia terdapat sekitar satu miliar babi. Di samping itu babi menjadi kelompok mamalia terbesar ketiga di dunia dalam hal persebaran setelah sapiens dan sapi. Jika pembaca merasa tertarik untuk melihat data statistik ternak babi dalam konteks masyarakat NTT pada kurun waktu tahun 2004 sampai 2018, silakan klik di sini. Dalam masyarakat Manggarai, babi memiliki peranan yang sangat sentral baik dalam konteks budaya maupun konteks ekonomi. Dalam konteks budaya, babi merupakan ujung tombak dalam berbagai keperluan adat. Di upacara masuk minta misalnya; selain sebagai menu acara, sekian ekor babi biasany...

Ender Tin

Pukul 13.00 saya pulang pelayanan bulanan dari TPK (Tempat Pelayanan Kopkardios) Rama dalam kondisi lowbat dan compang camping. Semalam saya hanya tidur satu atau dua jam. Efek kopi yang saya minum kemarin sore membuat saya tetap terjaga hingga pagi. Saya bangun dalam kondisi yang berantakkan dan berangkat kerja dengan keadaan jengejiut. Karena terburu-buru, saya pun tidak sempat sarapan. Saya jadi sadar, mengawali hari dengan senyuman saja ternyata tidak cukup, kita harus sarapan biar punya tenaga dan fit. Dalam banyak hal, pola hidup saya sangat buruk. Saya terlampau sering lupa bagaimana cara menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik dan sehat. Lambung saya perih sekali; karena tidak sarapan dan mungkin efek kandungan zat minuman sachet -entah zat apa namanya- yang disuguhkan salah satu anggota di Rama. Dalam keadaan lelah dan lapar, Ruteng rasanya jauh sekali. Saya memacu sepeda motor dalam kecepatan tinggi; gigi lima, tarik full gas. Dalam kecepatan ting...