Langsung ke konten utama

YESUS LAHIR DI COLOL





Katanya, pada tahun 1912 orang-orang yang menamakan diri sebagai misionaris untuk pertama kalinya membawa Gereja masuk ke tanah Manggarai. Motif kedatangan mereka belum banyak diketahui; yang pasti mereka membawa banyak hal dan cerita, terutama cerita tentang tokoh YESUS. Mungkin karena cerita para misionaris tentang mukjizat-mukjizat-NYA,orang Colol tiba-tiba kembali merindukan kelahiran YESUS untuk yang kedua kalinya. Mereka sungguh percaya dengan adanya reinkarnasi (yang juga dibawa para misionaris).
Untuk edisi kelahiran YESUS jilid II, mereka mendambakan-Nya lahir di Colol. Diam-diam, tiap orang Colol mendoakannya dalam tiap doa sebelum tidur. Mereka tidak saling bercerita tentang doanya itu satu dengan yang lainnya. Mereka tidak menyadari, ternyata mereka semua mendoakan hal yang sama; mereka mendoakan kelahiran dan mukjizat-mukjizat YESUS di tanah Colol. Mereka sepertinya sungguh amat yakin dengan segala mukjizat YESUS yang diceritakan Kitab Suci.
Tiap malam ALLAH mendengar doa dan keluh kesah mereka. IA kemudian mengutus Putra-NYA YESUS untuk yang kedua kalinya; tepat di tanah Colol. Kali ini ALLAH tidak mengutus malaikat-NYA untuk memberitakan kedatangan YESUS. IA sungguh percaya, kehadiran Gereja di tengah masyarakat Colol tentu sudah cukup membuat mata mereka terbuka untuk mengenali YESUS.
YESUS pun lahir dari keluarga petani kopi. Sayangnya tak seorangpun yang mengetahuinya. Bahkan ayah dan ibunya juga tak menyadari hal tersebut. Tahun-tahun terus berganti, orang-orang Colol terus mendoakan kedatangan YESUS. Mereka tidak menyadari, YESUS ada di tengah-tengah mereka.
YESUS terus bertumbuh sebagaimana anak-anak Colol pada umumnya; bersekolah, membantu ayah ibu-NYA di kebun, mengurus sawah serta hewan ternak-NYA. Sawah dan kopi mereka pada umumnya tidaklah begitu bagus; di kala itu kopi Colol belumlah setenar yang sekarang. Paling tidak, hasil-hasil tersebut masih bisa memehuni perut dan kebutuhan mereka setiap hari.
Barulah pada usia remaja YESUS melakukan mukjizat-NYA yang pertama. Di suatu malam, tubuh YESUS diselimuti cahaya. Dari balik punggung-NYA tumbuh sayap.Ketika seisi desa terlelap dalam mimpi panjangnya, YESUS terbang mengelilingi desa. IA mengulurkan tangan-NYA dan memberkati tanaman-tanaman kopi warga yang kala itu sedang berbunga. Seketika, bunga-bunga kopi berubah menjadi biji-biji kopi yang merah dan matang; benar-benar siap dipanen.
Seluruh warga berpesta atas hasil panen yang mereka terima. Pada tahun-tahun selanjutnya, kopi-kopi tersebut terus bertambah banyak. Kopi Colol pun mulai dikenal di mana-mana. Taraf kehidupan mereka perlahan-lahan meningkat. Mereka mulai bisa mengirimkan anak-anaknya ke bangku sekolah maupun kuliah. Sayangnya, ternyata kehadiran kopi ternyata perlahan-lahan menghilangkan doa  yang selama ini selalu mereka daraskan. Mereka tak lagi berdoa memohon kehadiran YESUS untuk yang kedua kalinya. Mereka berhenti berdoa bukan karena mereka telah mengetahui kehadiran YESUS di tengah-tengah mereka. Kopilah yang membuat mereka melupakan YESUS.
Seiring perjalanan waktu, nama Colol dan kopinya terus menanjak. Sampai pada suatu ketika, beberapa orang utusan pemangku jabatan menghampiri masyarakat Colol yang katanya kopi-kopi warga telah melewati lahan hutan negara.Warga bersikukuh dan tak mau kopi-kopinya dibabat, utusan pemangku jabatan pun tetap pada pendiriannya.  Terjadilah ketegangan dan keributan antara warga dan utusan pemangku jabatan.  YESUS mencoba menjadi pihak ketiga. IA berniat menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak. Sayangnya, tak seorangpun yang mau mendengarkan YESUS. Mereka terlanjur dibutai oleh nafsu dan egonya masing-masing.
Beberapa hari berselang, giliran masyarakat Colollah yang berencana mengadakan aksi ke kantor pemangku jabatan. Sehari sebelum keberangkatan, mereka mengadakan pertemuan. YESUS hadir dalam pertemuan itu. Sayangnya, tak seorangpun yang mau mendengarkan YESUS. IA pun tak dapat berbuat banyak.
Menurut catatan sejarah,pada 10 Maret yang entah pada tahun berapa, segenap masyarakat Colol mengadakan aksi. Anehnya, sesampainya mereka di lapangan, mereka bergerak tak sesuai yang direncanakan. Tiba-tiba mereka semua menjadi buta dan berlari tak tentu arah. Mereka berlarian ke sana kemari dengan parang, tombak dan senjata di tangannya masing-masing. Di tengah hiruk pikuk itu, YESUS berteriak dan menghendaki segalanya berhenti. Apa hendak dikata, tak seorangpun mau mendengarkan-NYA.
Di tengah situasi seperti itu, tiba-tiba beberapa butir peluru menghujam dada YESUS. IA terkapar. Tak seorang pun yang peduli pada-NYA karena mereka semua berlari tak tentu arah; mereka ketakutan. ALLAH pun tak bisa berbuat banyak; toh sedari awal IA memang tak pernah tahu caranya menciptakan pisau, keris, tombak, panah dan pistol.
Tubuh Yesus perlahan-lahan terangkat dan akhirnya menghilang di balik awan.
. . . . . . . . . . . . . . . .
Tahun-tahun berganti, kehidupan mereka kembali ke tahap-tahap sebelum kedatangan Yesus. Dalam tiap doanya mereka kembali mendoakan kedatangan YESUS.

*warning: gambar dan isi cerita tidak nyambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHASA MANGGARAI, DIMENSI KOSMOLOGIS DAN REDEFINISI DEFINISI BAHASA KBBI

(Sebuah Catatan Lepas Pebelajar Bahasa Indonesia) Felixianus Usdialan Lagur* PROLOG Demi TUHAN, saya juga tidak tahu apa yang saya tulis. Saya cuma berharap kiranya, pemilihan judul yang terbilang cirang dan legit semacam ini akan dapat dipahami setelah teman-teman selesai membaca tulisan ini. Sebetulnya saya sangat ingin membahasakan judulnya dalam bahasa yang sesederhana mungkin, tetapi saya tidak menemukan padanan kata yang cukup cocok untuk mewakili isi tulisan. Jadi mau tidak mau hajar kat tah. . . HAKIKAT BAHASA Bahasa, baik lisan, tulis maupun bahasa isyarat merupakan alat komunikasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa dikategorikan sebagai kata benda dan memiliki 2 definisi yakni: 1. Sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2. percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun (KBBI offline versi 1.5.1). Beberapa definisi bahasa oleh pak...

Dureng

* Lebih dari seminggu terakhir, hujan deras disertai angin kencang tiada henti siang malam melanda wilayah kami. BMKG telah memprediksikan, cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan Februari. Hujan terus menerus selama beberapa hari tanpa jeda disebut dureng. Dureng merupakan kosa kata bahasa Manggarai yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI, dureng yang berkategori sebagai kata benda diartikan sebagai "musim di Flores dengan turun hujan setiap hari siang dan malam". Mungkin orang-orang di luar sana merasa heran dan kurang percaya dengan cuaca hujan tiada henti siang dan malam selama lebih dari seminggu. Namun, begitulah kehidupan kami di Manggarai (saya kurang tahu di wilayah lain di Flores). Memasuki bulan Januari dan Februari berarti kami memasuki musim dureng. Dureng merengut banyak hal. Ia membuat banyak aktivitas terganggu. Beberapa pekerja kesulitan beraktivitas; petani, ojek, tukang bangunan, kurir, dan beberapa pekerja lapangan lain aka...

PAK POLISI, SETAN JALAN RAYA??

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah pengalaman sederhana. Ceritanya berawal ketika di suatu siang saya mengendarakan sepeda motor ke kampus, seorang anak di kompleks saya bernyanyi dengan semangat dan penuh penghayatan. Saya pun tak sengaja menangkap sedikit penggalan lirik yang dinyanyikannya, kurang lebih seperti ini: “Pramuka, pramuka raja rimba. . Marinir, marinir raja laut. . Kopauss, kopasus raja di udara. . PAK POLISI, SETAN JALAN RAYA. .” Tentu mayoritas orang sangat mengenal lagu ini; dan bisa dibilang lagu ini merupakan salah satu lagu anak yang hampir-hampir tak lekang oleh zaman. Kita yang sewaktu kecil mengikuti kegiatan pramuka tentu akrab dengan lagu ini, kita pasti dapat menyanyikan tiap baris dan bait liriknya dengan baik; kalaupun tidak terlibat dalam kegiatan pramuka, saya yakin paling tidak kita pernah mendengarnya. Yang membuat saya merasa tertarik ialah   penggalan lirik pada bagian terakhir yang berbunyi “PAK POLISI, SETAN JALAN RAYA. .” ...