Langsung ke konten utama

'Tilu' Pintar

*
Bentuk dan ukuran daun telinga saya tidak persis sama. Sisi luar telinga kiri berbentuk lebih lebar, agak runcing, dan kelihatan sedikit aneh dibandingkan telinga kebanyakan orang. Dalam bahasa Manggarai disebut 'tilu gengger' atau telinga yang berbentuk lebar.
Sewaktu kecil, kondisi ini membuat saya jadi bahan bulian teman sebaya. Efeknya, saya kehilangan kepercayaan diri dan minder, lalu menarik diri dari lingkungan pertemanan.
Biasanya sehabis mandi, saya akan menghabiskan banyak waktu di depan cermin; meratapi dan memandangi daun telinga yang menyebalkan ini.
Saya memegang, menekan-nekan, dan menggulungnya; sembari berharap bentuknya menjadi seimbang dan sisi yang agak runcing menjadi rata.
Suatu hari karena kegelisahan yang kian menguat, saya bertanya pada mama saya. Dengan enteng ia mengatakan bahwa saya adalah anak spesial yang terlahir dengan 'tilu pintar' atau telinga pintar.
Sebagai bocah yang polos, saya langsung merasa heran sekaligus senang. Ucapan itu terus bergema di kepala tiap kali saya bercermin.
Ucapan sederhana dan konyol ini ternyata menjadi salah satu modal paling penting dalam hidup saya. Meski butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh dan menerima diri, saya kemudian pelan-pelan tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi bahwa saya berbeda dan terlahir lebih pintar dari anak-anak yang lain.🤣🤣🤣
Saya memandang telinga dengan perasaan haru dan mendapati diri sebagai pribadi yang berbeda.
Hal ni menjadi titik balik dan modal baik yang membuat saya menganggap segala mata pelajaran mudah dan bisa dipelajari, karena saya percaya saya terlahir berbeda dan istimewa.
Keyakinan kuat inilah yang menjadikan saya cukup mahir dalam hampir segala mata pelajaran. Saya selalu percaya diri bahwa setiap materi tidak sulit dan pasti bisa saya taklukkan. Tentu hasilnya akan berbeda jika sejak awal saya merasa mata pelajarannya berat dan sulit. Persepsi awal tentang materi membuat saya kuat.
Tombo danong, lola agu toe danga mopo kole utek ho ga. 🥸
**
Terlepas dari kisah di atas, kita jadi menyadari memang demikianlah kekuatan sebuah ucapan.
Ucapan punya dua sisi: daya rusak dan daya tancap gas yang luar biasa. Ia bisa membunuh, sekaligus membangkitkan.
Di sekitar kita, ada banyak orang yang tumbuh terluka dan menarik diri dari suatu komunitas karena ucapan-ucapan lepas yang membuatnya merasa tidak berharga.
Ada banyak orang yang tidak bisa mengeluarkan potensi terbaik karena telah dibunuh karakternya melalui ucapan yang barangkali terdengar sederhana bagi orang lain. Seperti halnya saya yang terpenjara karena persoalan bentuk telinga. Bagi sebagian orang itu cuma lelucon, tetapi bagi saya itu problem yang sungguh amat serius.
Pada banyak situasi, kita sering berdalih bahwa ucapan itu hanyalah candaan dan tak perlu dibawa perasaan.
Semestinya kita lebih bisa menahan diri, punya simpati dan empati dengan orang lain di sekitar kita. Ada kondisi fisik, latar belakang, kisah, dan luka-luka yang tidak bisa kita jadikan candaan.
Sebaliknya ada juga orang-orang yang dalam kepasrahan dan keputusasaannya justru menemukan kekuatan dan alasan untuk terus maju karena satu kata atau kalimat yang didengarnya. Entah dari nasihat, quotes, puisi, atau lagu.
Kutipan-kutipan sederhana dan konyol terkadang bisa menjadi sumber kekuatan baru bagi seseorang yang kehilangan semangat hidup.
Saya jadi menyadari, sebagai suami, orang tua, kaka, anak, dan guru, saya belum sepenuhnya bijak dalam ucapan.
Ada banyak sekali ucapan yang tidak dipikirkan secara matang yang membuat istri, anak, adik, orang tua, anak didik atau rekan saya terluka dan tidak mengekspresikan dirinya secara total.
Entah berapa orang dalam hidup saya yang telah saya bunuh dengan ucapan yang terkadang dipoles di balik candaan. Aduhhh!!!
Semoga saya, kamu, kita, bisa lebih bijak memilih dan memilih kata dalam berucap.

Waso, 21 Mei 2026.
Diolah dari penggalan story WA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHASA MANGGARAI, DIMENSI KOSMOLOGIS DAN REDEFINISI DEFINISI BAHASA KBBI

(Sebuah Catatan Lepas Pebelajar Bahasa Indonesia) Felixianus Usdialan Lagur* PROLOG Demi TUHAN, saya juga tidak tahu apa yang saya tulis. Saya cuma berharap kiranya, pemilihan judul yang terbilang cirang dan legit semacam ini akan dapat dipahami setelah teman-teman selesai membaca tulisan ini. Sebetulnya saya sangat ingin membahasakan judulnya dalam bahasa yang sesederhana mungkin, tetapi saya tidak menemukan padanan kata yang cukup cocok untuk mewakili isi tulisan. Jadi mau tidak mau hajar kat tah. . . HAKIKAT BAHASA Bahasa, baik lisan, tulis maupun bahasa isyarat merupakan alat komunikasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa dikategorikan sebagai kata benda dan memiliki 2 definisi yakni: 1. Sistem lambang bunyi yg arbitrer, yg digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri; 2. percakapan (perkataan) yg baik; tingkah laku yg baik; sopan santun (KBBI offline versi 1.5.1). Beberapa definisi bahasa oleh pak...

Dureng

* Lebih dari seminggu terakhir, hujan deras disertai angin kencang tiada henti siang malam melanda wilayah kami. BMKG telah memprediksikan, cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan Februari. Hujan terus menerus selama beberapa hari tanpa jeda disebut dureng. Dureng merupakan kosa kata bahasa Manggarai yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam KBBI, dureng yang berkategori sebagai kata benda diartikan sebagai "musim di Flores dengan turun hujan setiap hari siang dan malam". Mungkin orang-orang di luar sana merasa heran dan kurang percaya dengan cuaca hujan tiada henti siang dan malam selama lebih dari seminggu. Namun, begitulah kehidupan kami di Manggarai (saya kurang tahu di wilayah lain di Flores). Memasuki bulan Januari dan Februari berarti kami memasuki musim dureng. Dureng merengut banyak hal. Ia membuat banyak aktivitas terganggu. Beberapa pekerja kesulitan beraktivitas; petani, ojek, tukang bangunan, kurir, dan beberapa pekerja lapangan lain aka...

Garis Waktu

Waktu terus bergulir. Tak terasa putra kami Cino kini berusia 19 bulan. Kami bersyukur karena pada usia sekarang, ada begitu banyak perkembangan dan hal-hal baik yang sudah bisa ia lakukan. Semoga seiring waktu ia terus bertumbuh dan berkembang lebih baik. Berbicara mengenai tumbuh kembang anak, menjadi orang tua membuat saya memiliki suatu ketakutan baru. Saya selalu takut ketika anak kami tidak kunjung mencapai suatu tahap perkembangan tertentu. Pada malam menjelang tidur saya selalu merenungkan banyak hal. Terkait tumbuh kembang anak, akan ada banyak pertanyaan yang berputar di kepala: apakah anak kami sudah berkembang sesuai dengan perkembangan anak-anak seusianya? Apakah ia sudah bisa melakukan hal-hal yang seyogyanya harus bisa dilakukan sesuai tingkatan usianya? Kenapa anak kami tidak kunjung bisa berjalan padahal anak seusianya sudah bisa berjalan?, dan lain sebagainya. Selalu ada kecemasan luar biasa di dalam diri, manakala pada usia tertentu masih ada hal yang belum bi...