Rasanya agak aneh dan sepertinya baru kemarin ia dilahirkan. Tak terasa, hari ini putera kami Cino genap berusia dua tahun.
Kami berdoa, semoga Tuhan selalu memberkatinya, menganugerahkan kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan umur yang panjang. Semoga ia bertumbuh menjadi anak yang taat pada Kristus, bahagia, dan merdeka.
Kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Cino berarti cahaya, terang, jernih, cerah. Awang berarti langit, awan, angkasa. Frasa cino awang berarti langit yang cerah.
Semoga ia bisa memaknai penamaan dirinya dan memberikan makna bagi orang lain di sekitarnya sesuai doa yang kami selipkan pada namanya.
Pada usia dua tahun ini, Cino sudah menunjukkan banyak perkembangan yang hebat. Ada banyak hal luar biasa yang telah ia pelajari. Ada juga beberapa hal yang mungkin terlihat lebih lambat dari anak seusianya.
Sering kami merasa cemas, namun bukankah setiap orang punya garis perkembangan masing-masing!?
Dalam tahap berkembang, akan ada hal-hal yang ia pelajari lebih cepat, akan ada juga hal-hal yang ia pelajari sedikit lebih lambat dari anak-anak seusianya.
Begitulah dinamika kehidupan. Tidak perlu terlalu terpaku dan kaku dengan sesuatu yang orang sebut sebagai standar sosial.
Kami ingat, dua tahun lalu, setelah proses pergumulan selama belasan jam, tepat pukul 06.36 tangisannya pecah. Sejak saat itu kami resmi menjadi orang tua, menjadi ayah dan ibu.
Kami bersyukur karena Tuhan mempercayakannya pada kami. Seiring rasa syukur, kami menyadari ada tanggung jawab besar pada pundak kami. Semoga kami menjadi orang tua yang baik baginya.
Hari ini Mama Risna menghadiahkan baju dan jaket Korea untuknya (saya menyebutkan jaket molu, karena orang akan kelihatan macam tenggelam kalo pake jaket semacam ini).
Ia juga membuatkan puding, salah satu makanan yang paling disukai Cino.
Saya mau buat tar biar seperti orang-orang. Mamanya menolak. Kataya kenapa harus sama!?
Selain itu kalo buat tar, Cino kurang begitu suka dan papanya yang kasi habis. Tar hanya akan jadi pajangan seremoni yang kemudian dihabiskan oleh papa. Tidak dinikmati oleh si empunya yang mengalami pertambahan usia. Baik sudah.
Malam ini kami bertiga merayakan pertambahan usianya secara sederhana, dengan perasaan syukur yang luar biasa.
Kami menganggap, pemaknaan kata 'merayakan' mesti dilepaskan dari konteks kuantitas, tapi harus mengedepankan aspek kualitas. Konstruksi makna suatu kata akan sangat mempengaruhi persepsi, cara, dan arah gerak hidup.
Sebagai orang tua kami percaya kesederhanaan adalah sebentuk kemewahan yang mesti kami ajarkan pada anak kami, Cino. Di atas semuanya itu ucapan syukur dan terima kasih kepada Sang Pemilik Kehidupan ialah yang terutama.
Terima kasih untuk pertambahan usia dan segala anugerah-Mu untuk Cino dan kami, Tuhan.
Terima kasih karena kami begitu dikasihi.
Selamat ulang tahun Nana Cino.
Bapa dan mama sayang ite.
Waso, 7 Mei 2026
Diolah dari status media sosial Facebook.
Kami berdoa, semoga Tuhan selalu memberkatinya, menganugerahkan kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan umur yang panjang. Semoga ia bertumbuh menjadi anak yang taat pada Kristus, bahagia, dan merdeka.
Kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Cino berarti cahaya, terang, jernih, cerah. Awang berarti langit, awan, angkasa. Frasa cino awang berarti langit yang cerah.
Semoga ia bisa memaknai penamaan dirinya dan memberikan makna bagi orang lain di sekitarnya sesuai doa yang kami selipkan pada namanya.
Pada usia dua tahun ini, Cino sudah menunjukkan banyak perkembangan yang hebat. Ada banyak hal luar biasa yang telah ia pelajari. Ada juga beberapa hal yang mungkin terlihat lebih lambat dari anak seusianya.
Sering kami merasa cemas, namun bukankah setiap orang punya garis perkembangan masing-masing!?
Dalam tahap berkembang, akan ada hal-hal yang ia pelajari lebih cepat, akan ada juga hal-hal yang ia pelajari sedikit lebih lambat dari anak-anak seusianya.
Begitulah dinamika kehidupan. Tidak perlu terlalu terpaku dan kaku dengan sesuatu yang orang sebut sebagai standar sosial.
Kami ingat, dua tahun lalu, setelah proses pergumulan selama belasan jam, tepat pukul 06.36 tangisannya pecah. Sejak saat itu kami resmi menjadi orang tua, menjadi ayah dan ibu.
Kami bersyukur karena Tuhan mempercayakannya pada kami. Seiring rasa syukur, kami menyadari ada tanggung jawab besar pada pundak kami. Semoga kami menjadi orang tua yang baik baginya.
Hari ini Mama Risna menghadiahkan baju dan jaket Korea untuknya (saya menyebutkan jaket molu, karena orang akan kelihatan macam tenggelam kalo pake jaket semacam ini).
Ia juga membuatkan puding, salah satu makanan yang paling disukai Cino.
Saya mau buat tar biar seperti orang-orang. Mamanya menolak. Kataya kenapa harus sama!?
Selain itu kalo buat tar, Cino kurang begitu suka dan papanya yang kasi habis. Tar hanya akan jadi pajangan seremoni yang kemudian dihabiskan oleh papa. Tidak dinikmati oleh si empunya yang mengalami pertambahan usia. Baik sudah.
Malam ini kami bertiga merayakan pertambahan usianya secara sederhana, dengan perasaan syukur yang luar biasa.
Kami menganggap, pemaknaan kata 'merayakan' mesti dilepaskan dari konteks kuantitas, tapi harus mengedepankan aspek kualitas. Konstruksi makna suatu kata akan sangat mempengaruhi persepsi, cara, dan arah gerak hidup.
Sebagai orang tua kami percaya kesederhanaan adalah sebentuk kemewahan yang mesti kami ajarkan pada anak kami, Cino. Di atas semuanya itu ucapan syukur dan terima kasih kepada Sang Pemilik Kehidupan ialah yang terutama.
Terima kasih untuk pertambahan usia dan segala anugerah-Mu untuk Cino dan kami, Tuhan.
Terima kasih karena kami begitu dikasihi.
Selamat ulang tahun Nana Cino.
Bapa dan mama sayang ite.
Waso, 7 Mei 2026
Diolah dari status media sosial Facebook.

Komentar
Posting Komentar