Langsung ke konten utama

Postingan

Bakso, Skripsi, dan Teka-Teki Menjadi Orang Katolik

Foto lama; tidak nyambung dengan isi tulisan. . . Ruteng, 23 Mei 2018 Malam sudah menunjukkan pukul 23.40 tetapi saya belum juga tidur. Ini semacam persoalan biasa bagi saya, toh biasanya saya tidur pukul satu lewat. Beberapa saat berselang, saya lapar. Saya kemudian ke dapur dan mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan. Di situ ada nasi, tetapi tidak ada sayur. Saya sulit makan nasi kosong. Saya meraba saku saya, puji Tuhan ada uang sepuluh ribu. Lebih baik saya pi beli mi dan telur di mini market samping Sentosa Raya. Oh iya ngomong-ngomong, saya suka ini mini market. Selain karena dibuka 24 jam, pelayannya ramah-ramah dan murah senyum. Saya suka orang yang suka senyum walaupun saya sendiri sulit sekali untuk senyum. Dari segi pelayanan, saya kira ini salah satu yang terbaik di Ruteng. Kebanyakan pelayan di kota Ruteng judes. Saya kalau ke toko kadang malas dengan pelayan atau babanya. Banyak dari mereka yang sudah muka jelek, judes lagi. Cala eme data ranga, di’a koe...

Setitik Ketegaran

Tambak Iteng Ayah pinjami aku ketegaranmu sebentar. . Malam yang kau dongengkan sebagai kedamaian kini tak lagi menjadi sahabat yang baik. . Akhir-akhir ini aku pun jadi lupa bagaimana caranya untuk tidur; apalagi tuk melukis mimpi. . Setiap hembusan nafas yang kukecap seperti membawaku pada babak demi babak pergulatan yang tak usai; dan aku terkadang lari dari pergulatan itu. . Aku tahu aku belum sepenuhnya menjadi kuat dan kokoh sepertimu. . Di antara jeda pelarianku, Aku ingin bersandar sejenak; Sebab kaki-kaki kecilku belum terbiasa tuk menopang segalanya. . Ohh,, iya tentang getir yang kubisikkan padamu semalam; Apakah aku mesti mengawalinya dengan berpura-pura sebelum akhirnya kumenjadi biasa tuk terbiasa? Pitak, 19 Desember 2017

LIPSTIK

@Lokasi persawahan Lembor Lipstik merah di bibirmu adalah awal ketika aku mencintaimu. . Tapi aku takut tuk membawamu pergi; barangkali hidupku takkan mampu menawarkanmu lipstik yang cukup. .

Penokohan

Ichan Lagur* Beberapa hari terakhir, teman-teman PMKRI cabang Ruteng di bawah komando Pa Patris Agat tengah disibukkan dengan kegiatan MPAB di Labuan bajo. Saya tau itu dari postingan mereka di beranda Facebook. Saya salut dengan semangat dan totalitas mereka. Ohh iya,, berbicara tentang PMKRI, saya selalu mengagumi PMKRI dan jebolan-jebolannya. Dari sejumlah orang PMKRI yang saya kenal, saya tahu mereka orang-orang yang hebat dan luar biasa. Liat saja salah satu contoh yang paling dekat: teman saya Kristian Nanggolan yang su naik pangkat & sedikit lagi jadi manager koperasi ternama di NTT (baca: Indonesia) ^_^. . peace kesa gantenng!!   Kalau berbicara tentang MPAB, sebetulnya dulu saya adalah salah seorang calon anggota PMKRI yang gagal menjadi anggota. Saya hanya mengikuti masa MPAB selama 2 hari, kemudian berhenti. Alasannya, malam itu saya mengikuti kegiatan bersama teman-teman calon anggota di Dinas PPO Kabupaten Manggarai sampai jam  pukul 02.00. Keesokan har...

Lima Menit Keberanian

Gitarnya Kae Judaz 😊 Ichan Lagur* 1 Desember; sebuah awal di akhir tahun! Pagi ini libur. Meski begitu, pukul 04.30 mata saya sudah terbuka. Puji Tuhan, hari ini saya masih diberi kesempatan untuk menghirup nafas kehidupan dan menikmati setiap anugerah kehidupan yang Tuhan berikan untuk saya. Lagi-lagi untuk ke sekian kalinya, di hari ini saya masih diberikan kesempatan lagi untuk dapat memperbaiki diri, membenah hidup dan menjadi pribadi yang kiranya dapat membagikan hal-hal positif kepada orang lain. Uihhh. . . . Saya bersyukur karena setelah sebulan berpeluh dan bertarung dengan susahnya bangun pagi, SMK Santo Aloisius Ruteng berhasil mengajarkan saya caranya bangun pagi. Beberapa minggu terkahir, kurang lebih setiap pukul 05.00 mata saya semacam terbuka secara otomatis. Tentu kejadian ini terbilang aneh dan langkah, pasalnya beberapa tahun belakangan saya hampir pasti tidak banyak tahu bagaimana nuansa pagi Ruteng karena selalu (di)bangun(kan) pukul 6 lewat. Ini p...

F dan V yang Membingungkan

Ini fotonya Gio; tidak mewakili isi tulisan. . . ^_^ Ini berawal dari pertanyaan seorang sahabat yang belum bisa saya jawab. Jadi ceritanya sejak SD hingga SMA, sewaktu mencatat bahan yang didikte oleh guru, dia (dan juga saya) sering mendengar ungkapan dari guru: “ pake F Flores” atau “ pake V Veronika”. Ungkapan ini sering dipakai oleh guru untuk membantu murid yang pada kata-kata tertentu bingung mau pakai huruf F atau V . Coba kalian ingat-ingat, g uru di Manggarai biasa begitu toh?? Dia memulai percakapannya seperti ini. . . Coba kraeng perhatikan kata-kata berikut: (1). Fian : Vian (2). Fani : Vani . (3). Feri : Veri (4). Feronika : Veronika (5). Fatamorgana : vatamorgana (6). Fas : vas (7). Fenomena : venomena (8). Fariasi : variasi (9). Formulasi : vormulasi (10). Fantasi : vantasi (11). Frustasi : vrustasi (12). Fragmen : vragmen (13). Flores : Vlores (14). Fosil : vosil (15). Fonem : vonem (16). Faksin : vaksin (17). Fespa : vespa (18). Fakum ...

Puni: Natas Labar dan Kenangan

FELIXIANUS USDIALAN LAGUR* Salah satu sudut pasar Puni Ruteng. Photo by: Ichan Lagur Keterangan; Ini tulisan lama yang pernah dimuat di media VOX NTT edisi 27 Juni 2017 dengan judul  Puni; Natas Labar dan Kenangan . Saya menyimpannya di blog sebagai bagian dari dokumentasi pribadi. Terima kasih VOX NTT, saya sungguh berterima kasih untuk kesempatan belajar seperti ini.  Beberapa hari yang lalu, tepatnya Selasa, 20 Juni 2017 terjadi pembongkaran pasar Puni Ruteng. Pembongkaran itu didasari oleh perintah yang tertuang dalam kebijakan dengan nomor Pem.130/272/VI/2017 tertanggal 13 Juni 2017 perihal Pengosongan Lokasi Pasar Puni Ruteng. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menghentikan aktivitas penggusuran tersebut. Salah seorang warga Puni, kelurahan Pau, Kasianus Mbakung,  telah mendaftarkan gugatan terhadap Pemkab Manggarai yang dianggap mencaplok tanah seluas 3.976 m 2  ke Pengadilan Negeri Ruteng dengan nomor perkara 161. PDT.G/2017/PN.RUT (V...