Langsung ke konten utama

Postingan

MATA

Bolehkah kupinjam matamu sebentar? Aku hanya ingin tahu bagaimana cara mata indah itu melihat dunia; Aku sungguh ingin tahu seperti apa rupaku dari balik mata itu; Aku sungguh amat ingin tahu seberapa dalam mata itu menyimpanku di kedalaman jiwamu.  Maukah kau melihat segala hal tentangmu melalui mataku? Aku ingin kau tahu seperti apa kesempurnaan surga yang sedang kuperjuangkan. Ruteng, 23 Februari 2018

TUHAN

BAGAIMANA BISA Bagaimana aku bisa menghadap ke pelataran suci-MU setelah KAU patahkan kaki-kaki kecilku? Setelah KAU butakan kedua mataku? Bagaimana aku melantunkan syair-syair pujian setelah KAU bisukan mulutku? Ruteng, 23 Mei 2018 SEPENGGAL CERITA Beberapa saat berselang TUHAN datang dan menghapus beberapa baris paragraf yang telah diukirnya dengan susah payah. Kemudian IA meniupkan plot baru. Ruteng, 7 Maret 2019

Rosario

Di antara manik-manik rosario yang suci; aku menyelipkan namamu dengan sederet harapan yang mungkin tak pernah Tuhan lukiskan. Bukankah perkawinan Kana membuatmu percaya Tuhan itu baik adanya? Ruteng, 18 Oktober 2018

SPASI

Aku membenci waktu. Ada beberapa bagian yang perlahan-lahan digerusnya; senyum manis dan sentuhan hangatmu; wajah lugumu yang teduh dan menenangkan; kilau cahaya matamu yang terang dan tajam; bibir tipis tanpa lipstikmu yang menarik; petikan gitar dan alunan syair yang kau jadikan lebih bernyawa; dan segala hal tentangmu yang kukagumi yang bagiku adalah keajaiban. Dan aku membenci diriku; bagaimana bisa aku mulai takut dan merasa kehilangan? Bukankah kita bukanlah apa dan siapa? Pagal, 30 April 2019

Bakso, Skripsi, dan Teka-Teki Menjadi Orang Katolik

Foto lama; tidak nyambung dengan isi tulisan. . . Ruteng, 23 Mei 2018 Malam sudah menunjukkan pukul 23.40 tetapi saya belum juga tidur. Ini semacam persoalan biasa bagi saya, toh biasanya saya tidur pukul satu lewat. Beberapa saat berselang, saya lapar. Saya kemudian ke dapur dan mencari-cari sesuatu yang bisa dimakan. Di situ ada nasi, tetapi tidak ada sayur. Saya sulit makan nasi kosong. Saya meraba saku saya, puji Tuhan ada uang sepuluh ribu. Lebih baik saya pi beli mi dan telur di mini market samping Sentosa Raya. Oh iya ngomong-ngomong, saya suka ini mini market. Selain karena dibuka 24 jam, pelayannya ramah-ramah dan murah senyum. Saya suka orang yang suka senyum walaupun saya sendiri sulit sekali untuk senyum. Dari segi pelayanan, saya kira ini salah satu yang terbaik di Ruteng. Kebanyakan pelayan di kota Ruteng judes. Saya kalau ke toko kadang malas dengan pelayan atau babanya. Banyak dari mereka yang sudah muka jelek, judes lagi. Cala eme data ranga, di’a koe...

Setitik Ketegaran

Tambak Iteng Ayah pinjami aku ketegaranmu sebentar. . Malam yang kau dongengkan sebagai kedamaian kini tak lagi menjadi sahabat yang baik. . Akhir-akhir ini aku pun jadi lupa bagaimana caranya untuk tidur; apalagi tuk melukis mimpi. . Setiap hembusan nafas yang kukecap seperti membawaku pada babak demi babak pergulatan yang tak usai; dan aku terkadang lari dari pergulatan itu. . Aku tahu aku belum sepenuhnya menjadi kuat dan kokoh sepertimu. . Di antara jeda pelarianku, Aku ingin bersandar sejenak; Sebab kaki-kaki kecilku belum terbiasa tuk menopang segalanya. . Ohh,, iya tentang getir yang kubisikkan padamu semalam; Apakah aku mesti mengawalinya dengan berpura-pura sebelum akhirnya kumenjadi biasa tuk terbiasa? Pitak, 19 Desember 2017

LIPSTIK

@Lokasi persawahan Lembor Lipstik merah di bibirmu adalah awal ketika aku mencintaimu. . Tapi aku takut tuk membawamu pergi; barangkali hidupku takkan mampu menawarkanmu lipstik yang cukup. .