Langsung ke konten utama

Postingan

JIWA KATOLIK YANG TERLAHIR KEMBALI DI PESAWAT

(Catatan ini merupakan catatan yang saya buat di akhir tahun 2018. Saya menemukannya di dalam hardisk. Sayang kalo tidak disimpan di blog.) * Bajawa, Akhir Desember 2018 Puji Tuhan, hari ini saya pulang. Setelah satu bulan lebih mengikuti barisan trainning dan ujian yang melelahkan, saya akhirnya bisa pulang. Setiap perjalanan, setiap orang; pasti merindukan dan menyukai pulang. Mobil grab yang saya tumpangi bergerak menuju bandara I Gusti Ngurah Rai dalam kecepatan sedang. Sopirnya seorang bapak tua berusia sekitar 50-an tahun. Ia ramah sekali dan suka banyak bertanya; tentang saya, kegiatan saya di Bali, dan tentang tempat asal saya Ruteng-Flores. Mobilnya terawat, rapi, bersih, dan wangi. Ia sopir senior yang mengendarakan mobilnya dengan sangat baik dan halus; sepertinya ia sudah menyatu dengan mobil dan jalanan. Beberapa sopir pada mobil yang saya kendarai baik di Bali maupun bemo-bemo di Manggarai terkadang memindahkan gigi dan menekan remnya kurang enak. Saya mera...

Mocca, Bleki, dan Kita

Beberapa waktu lalu kami mengangkut dua ekor anjing dari rumahnya Gio dan Gisel di Iteng, lalu menamai mereka Mocca dan Bleki. Mocca (Moka) ialah anjing cokelat yang kurus kering, meski dari segi makanan, sebetulnya ia mendapat asupan gizi yang cukup. Ia suka sekali menggonggong. Liat babi makan, dia menggonggong; liat orang lewat, dia menggonggong; liat Bleki makan, dia menggonggong, liat Bleki diam, dia menggonggong; pokoknya hobi betul menggonggong. Saya menduga dia kurus karena memang terlalu sering menggonggong. Dia terlalu hobi menggonggong dan diap gonggongan terlalu banyak menguras energi. Omong-omong soal Mocca, pemilihan nama Mocca sebetulnya melalui sejarah dan perdebatan yang cukup panjang. Excell, adik saya yang mengklaim diri sebagai pemilik utama anjing merasa ia berhak penuh atas penamaan kedua anjing ini. Saya bingung kenapa dia merasa diri paling berhak, padahal kami sama-sama pi ambil ini anak anjing. Apakah karena dia begitu mencintai anjing sementara di mata saya M...

ELAR

Pelayanan bulanan anggota TPK Elar, Tetes, dan Toang KSP Kopkardios Ruteng selama dua hari benar-benar bikin semaput. Pencairan deviden dan pencetakan buku anggota membuat pelayanan menjadi lebih lama dari biasanya. Semalam pelayanan di TPK Elar baru selesai pukul 19.30; biasanya pukul 14.00 sudah selesai. Seperti biasa, Pater Laurens Kuil dan tanta-tanta di pastoran paroki Elar melayani kami dengan sangat baik; seperti biasanya juga Moat banyak membantu dan mempermudah aktivitas pelayanan kami. Seperti bulan-bulan sebelumnya, mulutnya bau sopi. Katanya, dia tidak semangat kalo tidak minum sopi; semacam ada bagian yang kurang dan hampa tanpa sopi. Ia mengingatkan saya pada kakek saya yang tidak bisa hidup tanpa sopi. Tiap hari ia selalu minum. Telah lama ia berpulang; namun ingatan tentangnya dan botol-botol sopi masih tersimpan di kepala kami, anak-cucunya. Situasi mereka mungkin sama dengan situasi saya yang sulit tanpa kopi; kepala saya sakit sekali kalo tidak minum kopi. Saya biasa...

KEAJAIBAN

TUHAN menciptakan banyak keajaiban. Aku percaya kau adalah sebentuk keajaiban yang TUHAN ciptakan di sebuah senja ketika IA sedang menikmati kopi. Senyummu mengingatkanku pada senja; indah, bercahaya, menenangkan, meneduhkan, dan selalu enak dilihat. Ada kedamaian yang tersimpan di setiap sudut-sudutnya. Pada binar matamu aku menemukan seberkas lembayung senja; cahayanya seperti menelusup ke relung-relung terdalamku lalu menelanjangi segala sisi gelapku dalam seketika. Pesonamu serupa segelas kopi yang membuatku candu; mengecapnya secara berkali-kali hanya akan menyisakan beribu candu yang lain. Aku seperti lupa bagaimana caranya berhenti dan ingin terus terlelap dalam candu ini. Senja, maukah kau berbagi kisah dan menyongsong senja-senja tersisa sembari mengecap kopi bersamaku? Pitak, 28 Desember 2019

KOTAK INGATAN

Beberapa kotak ingatan yang kau kubur pada pematang-pematang waktu sebaiknya tak kau gali kembali atau ia akan menjadi racun yang melumpuhkan jiwamu. Beri ruang bagi satu dua kotak untuk tetap menjadi tanda tanya; menjadikannya sebagai sebuah tanda seru terkadang membuatnya segalanya menjadi lebih rumit. Percaya saja, waktu selalu punya caranya sendiri tuk menyelesaikan hal-hal yang tak sempat selesai. Ruteng, 8 Mei 2020

Nanga Lanang

Catatan ini merupakan hasil olahan dari status FB saya pada tanggal 20 Maret 2020.Ini catatan yang panjang sekali.Ini hasil refleksi perjalanan saya ke salah satu TPK. Malam ini, 19;00 saya pulang dalam keadaan lusuh dan compang camping macam baju yang raki rekut . Raki rekut  yah itu: berantakkan dan mengkerut. Muka mengkerut, maklum perjalanan yang panjang di hari ini merengut banyak stamina. Kalau saja tadi di jalan ada yang jual Fatigon Spirit, saya pasti beli biar saya bisa “ROSO!” lagi macam orang-orang di iklan. Ehhh, , ngomong-ngomong Roso-nya Mbah Marijan itu iklan Kuku Bima Energi ii bukan Fatigon Spirit!? ^_^ Ceritanya, kami, Divisi Manggarai Timur KSP Kopkardios baru saja pulang dari kegiatan pelayanan bulanan anggota di TPK Nanga Lanang dan Lidi. Biasanya, pelayanan di TPK Nanga Lanang dan Lidi dilaksanakan setiap tanggal 24 dalam bulan. Berhubung tanggal 25 Maret 2020 akan dilaksanakan RAT Pusat, maka pelayananan di Lidi dan Nanga Lanang dimajukan ke hari i...