Langsung ke konten utama

Postingan

PONDIK POLITIK

*Felixianus Usdialan Lagur/Dikbindo STKIP St. Paulus Ruteng PONDIK Pondik merupakan salah satu tokoh dalam cerita fiksi masyarakat Manggarai. Pondik ialah nama tokoh utama dalam beberapa serial cerita rakyat yang menjadi alunan penghantar tidur anak-anak Manggarai. Ada begitu banyak versi cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat (Manggarai), namun untuk sejumlah kisah yang bercerita tentang kelicikan dan kepiwaian dalam memperdayai lawan-lawan sang tokoh utama, entah mengapa pencerita kerap menggunakan nama Pondik.  Pondik dalam beberapa serial cerita rakyat yang beredar merupakan sosok tokoh yang digambarkan dengan karakter yang egois, tamak dan licik. Ia memang sosok yang sangat cerdas, namun sayangnya ia kerap menggunakan kecerdasannya untuk memperdayai orang lain. Ia adalah sosok yang benar-benar tak peduli dengan keberadaan orang lain. Ia tak pernah peduli dengan cara yang ia pakai. Apapun akan ia lakukan asalkan nafsu dan tujuannya tercapai. Meski orang lain men...

PANDE LATA

Pitak, 6 Mei 2017 20:03 “Pande lata” merupakan sebuah frase yang (masih) dekat dengan kehidupan masyarakat Manggarai. “Pande lata” secara morfologis dibentuk oleh tiga bentuk dasar yakni pande , le dan ata. Pande berarti buat, le berarti oleh dan ata berarti orang. Jadi pande le ata atau pande lata kurang lebih berarti: buat oleh orang (lain). Dalam proses berkomunikasi frase pande le ata, fonem e pada bentuk le  mengalami peluruhan bunyi sehingga menjadi pande lata. Ini suatu gejala bahasa yang biasa. Apa sudah namanya? Saya lupa-lupa ingat istilahnya dalam imu bahasa ee.  Beberapa waktu terakhir, frase ini muncul kembali di kalangan anak-anak muda. Mereka mengungkapkannya sebagai bagian dari candaan ringan mereka; mereka akan menggunakannya dalam konteks untuk mengejek teman. Jadi kau kalo ada tingkah yang aneh2, orang akan mengejek dan bilang: pande lata ata ho‼ Dalam kacamata sosiolinguistik, ungkapan ataupun istilah seperti ini lumrah adanya. Tidak ada yang...

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PERAWAT KEBHINEKAAN

INDONESIA DAN KONDISI KEKINIAN Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan. Sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan (multikultural),  pluralitas tentu menjadi hal yang tidak terbantahkan.  Dalam kehidupannya, sudah menjadi harga mutlak bahwa bangsa Indonesia akan berhadapan dengan beraneka kepentingan dan perbedaan; baik perbedaan suku, agama, warna kulit, ras, golongan dan aneka perbedaan lainnya. Kita sebagai satu kesatuan Negara Republik Indonesia, tentu mengharapkan agar di tengah segala perbedaan yang ada, kita dapat saling memahami, saling melengkapi dan saling mengisi satu dengan yang lainnya di bawah panji Bhineka Tunggal Ika. Jika berkaca pada realita yang ada, kita dapat dengan mudah menemukan aneka persoalan dan masalah sosial yang dipicu hanya karena perbedaan-perbedaan tersebut. Heterogenitas yang adalah berkat dan kekayaan bangsa justru menjadi racun yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Tragedi Sampit (antara suku Day...

YESUS LAHIR DI COLOL

K atanya, pada tahun 1912 orang-orang yang menamakan diri sebagai misionaris untuk pertama kalinya membawa Gereja masuk ke tanah Manggarai. Motif kedatangan mereka belum banyak diketahui; yang pasti mereka membawa banyak hal dan cerita, terutama cerita tentang tokoh YESUS. Mungkin karena cerita para misionaris tentang mukjizat-mukjizat-NYA,orang Colol tiba-tiba kembali merindukan kelahiran YESUS untuk yang kedua kalinya. Mereka sungguh percaya dengan adanya reinkarnasi (yang juga dibawa para misionaris). Untuk edisi kelahiran YESUS jilid II, mereka mendambakan-Nya lahir di Colol. Diam-diam, tiap orang Colol mendoakannya dalam tiap doa sebelum tidur. Mereka tidak saling bercerita tentang doanya itu satu dengan yang lainnya. Mereka tidak menyadari, ternyata mereka semua mendoakan hal yang sama; mereka mendoakan kelahiran dan mukjizat-mukjizat YESUS di tanah Colol. Mereka sepertinya sungguh amat yakin dengan segala mukjizat YESUS yang diceritakan Kitab Suci. Tiap malam ALLA...

RUTENG, KOTA MOLAS YANG (MASIH) DONGKI

Sejak tahun lalu, sebagai masyarakat Manggarai tentu kita tak asing lagi dengan ungkapan Ruteng sebagai kota molas . Dalam Bahasa Manggarai, molas berarti cantik, elok, rupawan, indah, menawan dan menarik. Dari arti harfiah ini, kita bisa mengetahui bahwa slogan kota molas adalah sebuah penegasan akan komitmen bersama untuk menata, memperelok, dan mempercantik perwajahan kota Ruteng. Melalui slogan kota molas , terbesit sebuah angan dan kerinduan segenap warga kota Ruteng untuk menjadikan kota Ruteng sebagai kota yang indah, bersih, rapi dan nyaman tentunya. RUTENG YANG (MASIH) DONGKI Saya yakin, kita semua akan sepakat bahwa salah satu persoalan serius di kota Ruteng ialah masalah sampah. Sampah Ruteng seperti halnya di kota-kota lainnya, masih menjadi sebuah persoalan yang belum sepenuhnya tuntas. Hal ini dapat dengan mudah kita temui bila sesekali kita meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di seputaran kota Ruteng. Di setiap sudut-sudut kota, masih dengan mudah dapat kita...

IBU MATI DI TUNGKU API

04:00 Pagi masih terlalu pagi ketika wanita tua itu terbangun. Sebetulnya tidurnya belumlah lunas, toh semalam ia tidur paling akhir. Matanya seperti belum bisa terpejam ketika mengetahui anak-anaknya belum tertidur. Meski lelah memasungi raganya, ia sulit memejamkan matanya takkala anak-anaknya belum terlelap. Sesekali ia kan terbangun, walau hanya sekadar tuk memastikan kain dan selimut masih menghangatkan tubuh sang anak. Ibu, yah kurang lebih seperti itulah kami menyapanya. Di waktu sepagi itu, ketika yang lain masih terlelap dengan mimpi-mimpinya, wanita tua itu telah bergumul dengan hawa pagi yang membunuh. Hanya bermodalkan sweater lusuh yang termakan usia, ia menimba air sumur di belakang rumahnya. Yang ada hanya kesunyian, dingin dan pelita kecil yang sepertinya masih belum sanggup taklukkan gelap. Pelita itu seakan menggambarkan semangat hidupnya yang tak pernah padam, meski cahaya kecilnya cuma berjalan sejauh sejengkal cahaya. Kehidupannya sudah seperti itu semenj...