Langsung ke konten utama

Postingan

Joseph Cino Awang Lagur

Nama, selain sebagai sebuah tanda ( nomen est omen ) juga merupakan sebuah doa. Pada nama, setiap orang tua menitipkan doa bagaimana anak itu tumbuh kelak. Tulisan ini saya buat untuk Cino, malaikat kecil yang Tuhan titipkan dan percayakan pada kami. Semoga kelak bisa menjawabi pertanyaan seputar filosofi penamaannya. Pada tanggal 7 Mei 2024 pukul 06.36, anak kami lahir dan kami menamainya Joseph Cino Awang Lagur. Kami memanggilnya dengan sapaan Cino. Nama ini telah dipilih jauh-jauh hari, tepatnya setelah kami mengetahui jenis kelaminnya melalui USG. Cino lahir pada bulan Mei. Umat katolik merayakan Mei dan Oktober sebagai bulan devosi kepada Bunda Maria. Maria, Ibu Yesus, merupakan istri dari seorang tukang kayu bernama Yusuf atau Yosef. Seperti halnya Bunda Maria, Santu Yusuf/Yosef merupakan tokoh penting dalam karya keselamatan umat manusia. Di dunia, nama Yusuf punya banyak varian. Berikut beberapa contohnya. Arab: Yusuf, Inggris: Joseph, Belanda: Jozef, Prancis: Joseph, It...

Seleksi CPNS

CPNS bukanlah segala-galanya. Penghasilan sebagai PNS pada banyak konteks tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kerjaan-kerjaan lembaga swasta maupun berwiraswasta. Sebagian orang memilih mengikuti seleksi CPNS berdasarkan pertimbangannya masing-masing. Entah itu persoalan jenjang karir, masa tua, mencoba hal baru, dan lain sebagainya. Senang rasanya melihat beberapa orang memosting perolehan seleksi CPNSnya pada media sosial facebook maupun WA. Saya jadi teringat pada perjuangan kami beberapa tahun silam; bertarung dengan banyak orang demi pekerjaan biar bisa makan. Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan ungkapan bahwa lulus dalam seleksi CPNS atau seleksi apa saja adalah sebuah keberuntungan. Mungkin karena momen fight yang dilalui lumayan keras, kesal juga rasanya dengar orang berkomentar dengan enteng bahwa kelulusan CPNS adalah karena keberuntungan. Barangkali keberuntungan memainkan perannya. Kalau memang demikian, saya kira cuma nol koma sekian persen. Itu pun...

Ni'ang

Kebahagiaan itu relatif. Setiap orang tentu mendefinisikan kebahagiaannya dengan caranya masing-masing. Saya tidak pernah membayangkan, ternyata menjadi orang tua membuat kami mendekonstruksi salah satu definisi bahagia kami. Seonggok tai ternyata bisa menggoncang arti kata bahagia dan menjadi sumber kebahagiaan yang tiada tara. Ceritanya, sudah 60-an jam putera kami Cino tidak BAB. Kami menduga, mungkin karena perubahan pola makan, berhubung sudah beberapa hari ia MPASI. Sebelumnya ia pernah mengalami hal yang sama, namun kali ini perasaan kami berbeda karena ia baru saja MPASI. Kami takut, jangan sampai kami memberinya pola makan yang salah. Jangan sampai tekstur dan komposisi makanan yang kami berikan tidak tepat. Pikiran kami kacau balau. Dalam sekejap, kehadiran tai di balik celana Cino menjelma menjadi kerinduan terbesar kami. Rasanya betapa rapuh kehidupan kami tanpa kehadirannya. Setiap jam, kami selalu meng- kuncur isi celana Cino untuk memastikan jangan-jangan ia sudah...

LIXA

21 April 2023 Besok hari pertunangan kami. Pikiran saya campur aduk. Ada banyak hal yang berputar-putar di kepala: perasaan bahagia, senang, was-was, kecemasan, ketakutan, dan lain sebagainya. Saya terus menyalakan api rokok dan mondar-mandir tak tentu arah. Saya selalu merasa, merokok bisa membuat pikiran jadi lebih tenang. Mungkin itu cuma sugesti. Saya membaca pesan di WA. Pikiran saya tambah mumet. Dari kemarin pacar saya, Risna sakit. Di H-1, ia tidak juga membaik. Sedari kemarin, ia merasakan kesakitan pada area perutnya. Hari ini, rasa sakitnya tidak juga mereda. Bahkan ia makin merasa sakit dan perih. Sepanjang hari ia hanya berbaring di tempat tidur, dan tidak ikut membantu aktivitas di dapur. Biasanya ia sangat semangat, apalagi banyak keluarga yang berkumpul di rumahnya. Ia juga tidak bisa makan. Makanan yang ia telan, ia muntahkan kembali beberapa saat berselang. Badannya lemah sekali. Pukul 15.00, kami memutuskan untuk ke dokter. Ia dicek di apotek Medika Farma. Muk...

Love Yourself

Pagi ini saya mendapatkan sebuah video pendek. Video di atas saya dapatkan pada story WA seorang teman. Sebut saja namanya Bunga. Video ini terkesan sangat sederhana, tapi sebetulnya sangat penting. Minimal bagi si Bunga yang share di story WA dan bagi diri saya sendiri. Dalam video berdurasi 15 detik tersebut: seorang bocah meminta kita yang menyaksikan video tersebut untuk menyebutkan tiga nama yang paling kita cintai dalam waktu lima detik. Saya menghentikan video lalu dengan cepat menyebutkan beberapa nama. Bukan hanya tiga nama seperti yang ia minta, tetapi enam atau tujuh nama. Setelah lima detik berlalu ia menebak bahwa: saya atau siapa pun yang mengikuti instruksi pada video tersebut pasti tidak menyebut nama diri sendiri. Saya tersentak karena seperti tebakan si bocah botak dalam video: pada tiga nama awal yang saya sebutkan, saya tidak menyertakan nama saya sendiri. Saya pun tidak menyebutkan nama saya sendri pada urutan ke empat sampai ke urutan yang terakhir. Saya tid...

Nama Orang Manggarai

Beberapa hari terakhir ramai diskusi tentang penamaan orang Manggarai. Diskusi ini dipicu oleh tulisan Salimulloh Tegar Sanubarianto di Mojok.co edisi 17 Februari 2021 tentang nama orang Manggarai yang dianggapnya visioner dan melampaui zaman. Beberapa pihak melihatnya sebagai jokes biasa, sementara beberapa pihak lain memandangnya sebagai bentuk perundungan terhadap kesakralan nilai kultural budaya Manggarai. Percakapan panjang lebar yang dimaksud, salah satunya dapat dilihat pada halaman Facebook Felix Nesi . Pro dan kontra ini mengingatkan saya pada anggapan beberapa orang NTT terkait nama orang Manggarai yang terkesan sembarangan alias suka-suka. Orang Manggarai tidak mengenal sistem marga atau fam, seperti halnya penamaan orang di pulau Timor maupun orang Batak. Salah satu kesan yang kerap saya jumpai ketika berkenalan dengan orang di luar Manggarai (meski kebanyakan dibawa dalam nada bercanda) ialah anggapan tentang nama orang Manggarai yang dianggap sembarangan alias suka-su...

Swallow; Sandal Nyaman Sejuta Umat

Swallow merupakan salah satu merek sandal yang merakyat. Ia dipakai dan dicintai oleh banyak kalangan, terutama sebagian besar golongan masyarakat yang oleh standar sosial dan standar ekonomi dianggap sebagai golongan kelas menengah ke bawah. Ia merupakan sandal legend yang menembus batas-batas sosial, gender, agama, suku, maupun generasi. Kita mungkin berbeda soal pandangan politik, soal selera makanan, soal musik kesukaan, soal klub kesukaan, soal cara memandang masalah, soal kriteria memilih pasangan ; namun kita sepertinya sepakat: Swallow memang terasa nyaman di kaki. Perasaan nyaman di kaki itulah yang membuat Swallow dicintai banyak golongan. Swallow biasanya dipakai dalam banyak aktivitas, semisal: pigi sembahyang rosario, pigi pasar, pigi masjid, pigi kebun, atau pun pigi ke rumahnya teman. Oh ia ngomong-ngomong, untuk kegiatan sembahyang rosario dan sembahyang di masjid sebaiknya pakai Swallow; kalau Anda tetap ngotot pake merek yang terbilang mahal dan dianggap gaul,...